
“ Sesungguhnya Allah Tidak Akan Membuat Perumpamaan Berupa Nyamuk Atau Lebih Rendah Dari Itu… ”
( Al Baqarah: 26 )
Tidak kurang dari enam halaman dari kitab tafsir al jami’ul bayan karya imam at thabrani membahas ayat diatas. Diawali dengan sebab turunnya ayat tersebut ( Asbabun Nuzul ) yakni ketika orang orang kafir berkomentar tentang suran al angkabut : untuk apa tuhan menyebutkan tentang laba – laba, binatang ukuran kecil dalam kitab suci orang islam. Kalau menyebut hal – hal seperti langit, matahari, petir menggelegar atau gunung – gunung, itu memang pantas. Maka allah menurunkan wahyu sebagai jawaban yang telak: bukan hanya laba – laba , teteapi membuat perumpamaan berupa binatang yang lebih kecil dan pendek umurnya, untuk mengingatkan manusia yan terpaku pada hidup di dunia yang singkat. Kitab – kitab tafsir yang lain juga menyimpulkan tujuan ayat disekitar hal itu. Tentu ada sesuatu yang istimewa. Mengapa nyamuk? Binatang pembawa penyakit malaria dan demam berdarah itu?
Harun yahya yang megungkap tentang salah satu keajaiban nyamuk. Ternyata, nyamuk bukan makhluk penghisap darah. Makanan pokoknya adalah sari bunga. Yang mmenhisap darah hanya nyamuk betina saja. Itu pun untuk memberikan zat bergizi bagi keturunannya, walaupun resiko mati terkena pukul. Suatu fenomena tentang pengorbanan ibu demi anaknya. Subhanallah. Setelah menyebut nyamuk, allah menyambung dengan famaa fauqaha ( yang lebih rendah dari itu ) yakni yang lebih kecil dari nyamuk. Nah apa gerangan itu ?
Dahulu ahli tafsir menggarisbawahi tentang segala sesuatu yang bersifat kecil, lebih lemah, lebih hina, dari nyamuk. Namun, tidak ada kitab tafsir yang mengulas tantang kelebihan makhluk makhluk itu. Makhluk kecil yang dinamanakan sud adalah serangga yang ukurannya sangat kecil, menurut Dr. Abdurrahman bafadal, ahli biologi dari universita pandjadjaran serangga berukuran sangat kecil itu banyak sekali jenisnya dan masing masing punya keajaiban tersendiri. Misaknya sejenis kutu berukuran 0,7 mm yang disebut laccifer lacxca kerr dan family coccidae. Serangga ini hidup dipohon akasia, kosambi, dan kihujan. Makanannya adalah cairan yang diserapnya dari ranting – ranting muda yang masih lunak. Dari tubuhnya keluar sekresi sejenis keringat secara terus menerus sepanjang hidupnya. Sekresi ini menempel di ranting menjadi sarang tempat bertelur. Setiap inci ditempati 120 ekor dengan ratusan telurnya, setelah menetas menjadi larva dengan perbandingan satu jantan dan tiga betina, larva itu memiliki kaki, mata, dan sungut
Mereka merayap mencari ranting muda untuk menghisap cairan. Ajaibnya setelah 3 kali mengganti kulit, sijantan tumbuh sayap. Sedangkan betina justru rontok mata, kaki, dan sungutnya, karena ia hanya bisa diam dirumah, bertelur melanjutkan keturunan setelah 3 bulan mereka mati. Selama masa itu mereka meninggalkan karya berupa sarang yang terbuat dari sekresi keringatnya sendiri, ternyata sarang tadi terdiri dari shellac, yakni bahan pembuat lak atau sirlak yang belum dapat dibuat oleh manusia sampai sekarang.
Di india shellac dan dibudidayakan di dalam hutan – hutan, saat ini shellac adalah satu – satunya bahan alamiah untuk membuat vernis, pelapis komponen electron, pelapis tablet obat – obatan pelapis coklat, permen, bahan pewarna kuku. Ampas sisa proses pemisahan shellac masih bisa dipakai menjadi bahan bakar yang lebih bagus dari briket batu bara. Kemudahannya mu dah dinyalakan dan lebih tahan lama, satu kaleng bauskit bisa menyala 8 jam. Sisanya bisa dipakai sebagai pupuk tanaman. Lilinya dapat untuk pembersih lensa kacamata, sisa latutan bisa menjadi zat pewarna ungu dan merah, bersifat non – toxic sehingga aman untuk makanan dan minuman, subhanallah.
Selama ribuan tahun manusia sudah memannfaatkan hasil keringat dari makhluk kecil tadi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Ukuran tubuhnya memang kecil dari nyamuk selama hidupnya yang sangat singkat mewariskan sarang bagi industry manusaia yang modern.
Itu baru manfaat dari satu jenis serangga. Masih ribuan jenis serangga kecil lainnya yang belum terungkap manfaatnya untuk manusai. Makhluk mulia yang sengaja di ciptakan oleh allah SWT untuk menjadi khalifa dimuka bumi ini. Tiadalah allah yang menciptakan sesautu dengan sia – sia.